SEKILAS INFO
: - Jumat, 20-09-2019
  • 2 minggu yang lalu / Kegiatan Retreat Guru TK, SD, SMP, SMA Marsudirini Jakarta Utara: Senin, 09 September 2019 s/d Rabu, 11 September 2019 di Wisma Samadi.
  • 2 minggu yang lalu / Sosialisasi Kartu Jakarta Pintar (KJP): Sabtu, 07 September 2019 Pukul: 08.00 s/d selesai bertempat di aula Marsudirini.
  • 2 minggu yang lalu / Pendalaman Materi Kelas 12 dilaksanakan setiap hari Sabtu, Pukul 07.15 WIB s/d Pukul 12.00 WIB, mulai tanggal 07 September 2019.
Menjadi Bagian dari Keluarga Marsudirini - Refleksi Spiritual Kemarsudirinian

Refleksi Spiritual Kemarsudirinian – Aku telah menjadi bagian dari keluarga besar Marsudirini sejak tahun 2013. Belum terlalu lama memang jika dibandingkan dengan teman-temanku yang sudah berada di sini sejak awal usia sekolah. Tetapi dalam waktu beberapa tahun, aku memperoleh banyak nilai berharga dari pengalaman-pengalaman sederhana yang aku alami setiap hari.

Aku menjadi murid SMP Keluarga Kusuma Marsudirini pada Juli 2013. Dibesarkan sebagai anak tunggal membuatku menjadi agak tertutup dan pendiam, ditambah aku baru masuk ke SMP yang berbeda dari SD-ku dulu. Awalnya, aku hanya duduk dan berbicara dengan teman-teman yang kukenal saja. Namun ternyata, anak-anak lain yang berasal dari SD Marsudirini sangat ramah bukan hanya kepadaku, tapi kepada anak-anak dari sekolah lain juga. Mereka tidak segan untuk mengajakku ikut bermain dan mengobrol dengan mereka. Aku pun mulai terbuka dan tidak takut untuk berteman dengan orang baru. Sejak saat itu, aku mendapat sahabat baru yang hingga kini sangat dekat denganku seperti saudara sendiri.

Di Marsudirini, aku mendapat bimbingan kemarsudirinian sekali dalam seminggu. Dari sana lah aku mendengar semboyan Deus Providebit. Deus Providebit sendiri berarti ‘Tuhan yang Menyelenggarakan’. Semboyan yang dihidupi oleh Ibu Magdalena Daemen ini juga merupakan semboyan yang aku yakini dalam kehidupanku sehari-hari. Aku percaya bahwa Tuhan yang akan menjadikan segalanya untukku. Ketika bertemu dengan masalah pada kehidupan sehari-hari, aku selalu meyakini bahwa Tuhan yang menyelenggarakan. Semboyan ini juga yang menjadikanku lebih dekat dan lebih berserah kepada Tuhan. Sehingga saat aku berusia 13 tahun, aku memutuskan memenuhi panggilan untuk bergabung menjadi pelayan di Gereja.

Setelah lulus SMP, aku memutuskan untuk meneruskan pendidikanku di SMA Fons Vitae 2 Marsudirini. Bagiku, sekolah bukan hanya tempat untuk belajar, namun juga tempatku untuk berkembang dan mendewasakan diri. Saat ini, hampir sebagian siswa di kelasku berasal dari sekolah lain. Kami memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda-beda, mulai dari perihal keluarga, ekonomi, hubungan sosial, dan termasuk juga sifat. Sifat yang beragam ini pada awalnya mengharuskan kami untuk mengerti dan saling memaklumi satu sama lain. Namun, seiring waktu aku merasa adanya perubahan dalam diriku sendiri dan teman-temanku yang lain. Kami menjadi lebih dewasa dan menjadi semakin dekat. Kami lebih bisa berkorban untuk orang lain dibandingkan memenangkan ego masing-masing. Aku pun sadar bahwa perbedaan dalam diri tiap orang membuat masing-masing dari kami unik.

Menurutku, salah satu keunggulan dari Marsudirini adalah guru-gurunya yang peduli terhadap siswa. Aku merasakan sendiri bagaimana para guru memperhatikan siswanya. Saat aku sedang dalam persiapan mengikuti lomba akademis, guru-guruku bersedia meluangkan waktu untuk mengajariku jika ada hal yang tidak aku mengerti. Bimbingan lanjutan seperti ini menurutku sangat berguna, tidak hanya untuk lomba namun akan berguna juga saat aku mengikuti ujian nanti. Aku sangat bersyukur memiliki guru-guru seperti mereka. Mereka membuktikan bahwa menjadi pendidik bukan hanya bermodalkan ilmu, tetapi juga membutuhkan cinta kepada murid-muridnya.

kezia

Kezya Nathania Hartono Siswi kelas XII MIPA SMA Fons Vitae 2 Marsudirini

Berada dalam keluarga besar Marsudirini telah mengajarkanku banyak hal. Aku mengerti arti persaudaraan dan merasakan bagaimana rasanya memiliki saudara. Aku tidak hanya menjadi lebih dewasa dalam sikap ataupun pikiran, namun juga menjadi dewasa dalam iman dan semakin memahami tugasku sebagai umat Kristus. Aku menerima diriku apa adanya, dan terus berusaha mengembangkan talenta yang ada padaku. Aku mensyukuri perbedaan yang ada dalam diri setiap orang karena perbedaan itulah yang menyatukan dan melengkapi kami. Satu hal lagi yang aku sadari, bahwa semua orang memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari diri mereka sebelumnya. Kesempatan itu datang setiap waktu dan dari siapapun. Selagi bisa, hendaknya kita berusaha untuk menjadi versi terbaik dari diri kita. Bijaklah dalam memilih lingkungan tempat kita berada, karena pribadi yang baik datang dari lingkungan yang baik dan penuh kasih.

Kezya Nathania Hartono

XII-MIPA / SMA Fons Vitae 2 Marsudirini Jakarta Utara

(Refleksi Spiritualitas Kemarsudirinian)

Klik & Share:

SMA FONS VITAE 2 MARSUDIRINI

NPSN : 20100614

Jl. Kramat Jaya No. I B
KEC. Koja
KAB. Jakarta Utara
PROV. DKI Jakarta
KODE POS 14270
TELEPON 021-43913561
FAX 021-43913561
EMAIL sma_fv2@yahoo.com
error: Content is protected !!