SEKILAS INFO
: - Selasa, 20-11-2018
  • 3 minggu yang lalu / Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2018 akan dilaksanakan pada: Hari Senin, 29 Oktober 2018, Pukul 07.00 WIB s/d selesai bertempat di Lapangan Sekolah Marsudirini Tanjung Priok.
  • 3 bulan yang lalu / Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 dilaksanakan pada: Hari Jumat, 17 Agustus 2018, Pukul 07.00 WIB s/d selesai di Halaman Komplek Sekolah Marsudirini Tanjung Priok.
  • 3 bulan yang lalu / Upacara Hari Pramuka ke-57 Tahun 2018 dilaksanakan pada: Hari Selasa, 14 Agustus 2018, Pukul 07.00 WIB s/d selesai bertempat di halaman Sekolah Marsudirini.
Sebagian Soal UN 2018 Berbentuk Esai
Jakarta, Kemendikbud — Pada penyelenggaraan ujian nasional (UN) tahun 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana membuat soal UN lebih bervariasi. Soal UN tahun 2018 sebagian besar memang masih berupa pilihan ganda. Namun, Kemendikbud juga akan menggunakan soal yang tidak hanya berupa pilihan ganda. Beberapa soal bisa berupa mengisi jawaban, pilihan yang tidak tunggal, esai, atau bentuk lainnya.
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, Nizam mengatakan, bentuk soal UN yang variatif itu bertujuan untuk mengukur level kognisi siswa lebih dalam. Variasi soal juga diharapkan bisa mendorong siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skill (HOTS) yang menjadi tuntutan kompetensi generasi abad 21.
“Kami berusaha, mulai tahun depan soal UN tidak lagi semuanya pilihan ganda. Sehingga dapat mengukur level kognisi siswa lebih dalam,” ujar Nizam saat jumpa pers tentang hasil UN SMP di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (15/6/2017).
Nizam menuturkan, penerapan soal UN yang tidak hanya berbentuk pilihan ganda juga dapat mengukur ketuntasan belajar siswa. Saat ini, katanya, banyak guru maupun siswa yang belum sepenuhnya menyadari bahwa UN dapat mengukur ketuntasan belajar siswa. Padahal soal UN dibuat dengan berbasis kurikulum. “Jadi kurikulumnya juga harus dituntaskan (di sekolah). Kalau (soal) ujiannya sesuai dengan kurikulum, maka seharusnya tidak ada masalah,” kata Nizam.
Menurut Nizam, yang sering terjadi adalah kecenderungan guru-guru untuk men-drill siswa dengan kisi-kisi saja, sehingga tidak menuju pada ketuntasan belajar. Padahal sejak dua tahun lalu, melalui soal UN, Kemendikbud telah melakukan perubahan level kognisi siswa di semua mata pelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Karena itulah mulai tahun 2018 juga akan dilakukan perubahan untuk bentuk soal UN.

“Kita akan mengurangi soal pilihan ganda. Tujuannya untuk membuat kognisi siswa lebih dalam dan mencapai ketuntasan kurikulum. Itu baru aspek kognisi, belum termasuk aspek afeksi dan keterampilan yang tak kalah penting, seperti sikap dan perilaku,” ujar Nizam. (Desliana Maulipaksi)
Sumber : https://www.kemdikbud.go.id

SMA FONS VITAE 2 MARSUDIRINI

NPSN : 20100614

Jl. Kramat Jaya No. I B
KEC. Koja
KAB. Jakarta Utara
PROV. DKI Jakarta
KODE POS 14270
TELEPON 021-43913561
FAX 021-43913561
EMAIL sma_fv2@yahoo.com